Terlepas tentang kekejaman Adolf Hitler terhadap bangsa Yahudi, pasti ada alasan yang kuat sehingga Ia tega menghabisi jutaan kaum Yahudi. Namun dengan melihat kondisi sekarang, apa yang dilakukannya, terlebih lagi dengan komentar tersebut diatas sangat pas untuk menggambarkan keadaan bangsa Yahudi.
Sejarah berdirinya Israel
Israel sudah berdiri di Palestina selama kurang lebih 60 tahun. Mereka menjajah Palestina dan hanya Gaza saja yang belum mereka taklukan. Gerakan antisemit di seluruh dunia melahirkan reaksi balik berupa gerakan Zionisme sedunia, yang digagas oleh Dr. Theodore Herzl (1896), seorang Yahudi Hongaria di Paris. Menurut Herzl, satu-satunya obat mujarab untuk menanggulangi antisemitisme adalah adalah dengan menciptakan suatu tanah air bagi bangsa Yahudi.
Alasan pemilihan Palestina adalah latar belakang historis untuk mengembalikan ”Haikal Sulaiman” yang merupakan lambang puncakkejayaan Kerajaan Yahudi di tanah Palestina (sekitar 975 – 935 SM). Maka, sejak 1930 eksodus Yahudi dari Eropa ke Palestina meningkat tajam, terutama pada Era Nazi Jerman (Perang Dunia II).Berdirinya Israel tidak lepas dari keruntuhan khilafah. Khalifah Turki Utsmani Sultan Abdul Hamid sebagai penghalang terbesar diturunkan sebagai Khalifah oleh gerakan Turki Muda.
Pada Perang Dunia I (1914-1918), Turki Utsmani bergabung dengan Poros Central (Jerman, Austria-Hungaria) melawan Sekutu. Namun pada 1916, Inggris dan Prancis berkongkalingkong untuk membagi wilayah Timur Tengah dan terkenal dalam Perjanjian Sykes Picot. Dalam Deklarasi Balfor tahun 1917, Inggris mendukung pembentukan Negara Yahudi di tanah Palestina.
Tahun 1918, Palestina jatuh. Jendral Allenby merebut Palestina dari Khilafah Turki Utsmani. Setahun kemudian, secara resmi mandat atas Palestina diberikan kepada Inggris oleh LBB. Pada tahun 1947, PBB dengan sewenang-wenang membagi dua wilayah Palestina. 1948 menjadi tahun bersejarah bagi Yahudi karena merupakan tahun deklarasi pembentukan Israel. Tepat hari berakhirnya mandat dan penarikan pasukan Inggris dari Palestina dideklarasikan Pendirian Negara Israel, 14 Mei 1948.
Tapi pada tahun 1978 dalam Perjanjian Camp David, Mesir mendapatkan kembali Gurun Sinai dengan syarat tidak lagi memerangi Israel. Gaza, Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan tetap dalam kontrol Israel. Puncaknya pada tahun 1992 dibuat Perjanjian Oslo. Pengakuan PLO atas eksistensi Israel dan penunjukkan PLO sebagai otoritas resmi atas Jalur Gaza dan Tepi Barat. Sejak saat itu Israel semakin berdiri kokoh di tanah jajahannya, Palestina.
Dengan klaim teologis, bahwa Palestina merupakan tanah yang dijanjikan bagi bani Israel, maka mereka berhak untuk melakukan aneksasi dan penguasaan atas wilayah tersebut. Pendirian negara Israel di tanah Palestina merupakan salah satu bentuk dan tujuan perjuangan sebuah gerakan politik Yahudi ekstrem yang dikenal dengan zionist movement atau gerakan zionis. Berdirinya negara Israel merupakan hasil upaya kaum zionis yang anggotanya tersebar di berbagai belahan dunia, dan sebagian diantaranya kemudian melakukan migrasi ke wilayah Yerussalem secara massif. Oleh karena itu, berbicara mengenai negara Israel, maka tak bisa dilepaskan dengan gerakan zionisme sebagai organisasi politik Yahudi yang menjadi penggerak berdirinya negara Israel.
Dengan perilaku Israel, yang kejam terhadap bangsa Palestina, maka sangat wajar jika dulu Hitler membantai mereka. Bahkan lebih baik mereka dibantai habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar